PALEMBANG – Upaya melestarikan cerita rakyat dan memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada generasi muda diwujudkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Sriwijaya melalui kegiatan Mahakarya Pergelaran Seni bertema “Mozaik Nusantara: Dari Tradisi ke Kreasi”. Kegiatan yang berlangsung di Aula FKIP Unsri, Kampus Km 5 Palembang, ini menghadirkan beragam pertunjukan seni yang memadukan tradisi lokal dengan kreativitas mahasiswa.

Pergelaran tersebut menampilkan berbagai bentuk ekspresi seni, mulai dari musik, tari, drama, puisi, hingga dongeng. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa PGSD angkatan 2023, 2024, dan 2025, serta dosen pengampu dan sivitas akademika FKIP Unsri. Kehadiran mahasiswa dan dosen dari berbagai lingkungan fakultas turut menambah semarak kegiatan yang menjadi wadah apresiasi sekaligus pengembangan kreativitas seni tersebut.

Pimpinan produksi Mahakarya Pergelaran Seni, Titi Alfidah, menjelaskan bahwa kegiatan ini berangkat dari keprihatinan terhadap semakin berkurangnya perhatian generasi muda terhadap cerita rakyat Indonesia. Padahal, Sumatera Selatan, khususnya Palembang, memiliki kekayaan kisah tradisional dan warisan budaya yang layak dikenal serta diwariskan kepada generasi berikutnya.

Melalui pergelaran ini, mahasiswa berupaya menghadirkan kembali cerita dan tradisi lokal dalam bentuk pertunjukan yang menarik bagi masyarakat masa kini. Pengemasan secara kreatif diharapkan dapat memperluas apresiasi generasi muda terhadap budaya daerah sekaligus memperkuat kecintaan terhadap identitas budaya Indonesia.

Dosen pengampu mata kuliah Pengembangan Kreativitas Seni PGSD FKIP Unsri, Ilham Arya Susanto, M.Pd., menuturkan bahwa pergelaran seni terpadu merupakan agenda rutin program studi. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berkesenian, tetapi juga sarana memperkenalkan seni tradisional melalui pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda.

Menurutnya, pengenalan cerita rakyat dan kesenian lokal memiliki relevansi khusus bagi mahasiswa PGSD sebagai calon guru sekolah dasar. Mereka diharapkan mampu meneruskan pengetahuan tentang budaya daerah kepada peserta didik melalui pembelajaran yang kreatif dan menarik. Dengan demikian, pelestarian budaya dapat menjadi bagian dari proses pendidikan, bukan hanya terbatas pada pertunjukan seni.

Pergelaran ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan dalam merancang dan menyajikan pertunjukan, bekerja sama dalam tim, serta mengolah gagasan tradisional menjadi karya yang sesuai dengan konteks masa kini. Proses tersebut memberikan pengalaman praktik dalam pengembangan kreativitas seni yang dapat mendukung kompetensi mereka sebagai calon pendidik.

Persiapan kegiatan dilakukan selama kurang lebih tiga bulan, meliputi sekitar satu bulan untuk pembentukan dan persiapan kepanitiaan serta dua bulan untuk mempersiapkan penampilan. Secara keseluruhan, terdapat sedikitnya 16 penampilan yang mencakup berbagai cabang seni.

Melalui Mahakarya Pergelaran Seni bertema “Mozaik Nusantara: Dari Tradisi ke Kreasi”, PGSD FKIP Universitas Sriwijaya menempatkan seni sebagai ruang pembelajaran, ekspresi, dan pewarisan nilai budaya. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai agenda tahunan yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan cerita rakyat dan kesenian lokal kepada khalayak yang lebih luas.

Upaya tersebut menjadi bagian dari pembentukan calon guru sekolah dasar yang tidak hanya memiliki kompetensi pedagogis, tetapi juga memahami pentingnya kebudayaan sebagai sumber belajar dan identitas bangsa. Melalui generasi pendidik yang mengenal dan menghargai tradisi lokal, cerita rakyat Sumatera Selatan diharapkan tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.

Mahakarya Pergelaran Seni PGSD FKIP UNSRI Angkat Cerita Rakyat dan Kekayaan Budaya Lokal

Navigasi pos


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *